Bersama Sukses

pengetahuan rakyat adalah kekayaan bangsa yang tak ternilai

 

Petunjuk Praktis Kelapa Sawit-2

February 4, 2009

 

PETUNJUK PRAKTIS KELAPA SAWIT 2

 

P E M B I B I T A N

 Seperti yang telah dikemukakan terdahulu dalam gambaran umum terdahulu, secara umum dan garis besar pembibitan tanaman kelapa sawit dapat dilakukan dengan dua cara yaitu cara generatif dan cara kultur jaringan untuk memperbanyak benih kelapa sawit. Dalam pelaksanaan pembibitan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain : Persyaratan benih, Pengecambahan benih, Teknik pembibitan benih, Pemeliharaan pembibitan, Kultur jaringan dan Seleksi bibit. 

 

I. Persyaratan Benih

 Benih yang baik untuk bibit kelapa sawit harus berasal dari indukan yang jelas dan berkualitas baik. Saat ini di Indonesia terdapat 6 (enam) produsen benih resmi dalam negeri yang menyediakan benih untuk bibit kelapa sawit yaitu Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan, PT London Sumatera (Lonsum), PT Socfin, PT Tunggal Yunus Estate, PT Dami Mas Sejahtera dan PT Bina Sawit Makmur.

Benih-benih yang dihasilkan oleh produsen resmi ini telah mengalami proses introduksi yang sedemikian rupa dan berulang-ulang sehingga menghasilkan kualitas sangat baik, berasal dari indukan yang jelas asal usulnya seperti Delidura dan bapak Pisifera.


 

 

  
II. Pengecambahan Benih

1. Cara yang biasa dilakukan oleh PPKS Medan
a. Melepaskan tangkai buah dari spikeletnya.
b. Waktu pemeraman tandan buah dilakukan selama tiga hari dan sekali-sekali disiram air. Kemudian pisahkan buah dari tandannya dan diperam lagi selama tiga hari.
c. Proses yang dilakukan untuk memisahkan daging buah dari bijinya, buah dimasukkan kedalam mesin pengaduk. Kemudian cuci biji yang dihasilkan dengan menggunakan air, setelah itu masukkan kedalam larutan Dithane M-45 0,2% selama kira-kira tiga menit. Keringkan dan seleksi untuk memperoleh biji yang berukuran seragam.
d.  Proses selanjutnya semua benih yang telah ditreatment  disimpan di dalam suatu ruangan tertentu yang telah diatur bersuhu berkisar 27ºC dan kelembaban berkisar 60-70% sebelum dikecambahkan.

2. Cara lainnya
a.  Melakukan perendaman biji dalam air selama 6 – 7 hari, penggantian air dilakukan secara rutin setiap hari, lalu rendam dalam larutan Dithane M - 45 0,2% selama lebih kurang dua menit, selanjutnya biji dikeringanginkan.
b. Biji yang telah selesai ditreatment dimasukkan kedalam kaleng pengecambahan dan ditempatkan dalam ruangan dengan temperatur berkisar 39ºC dan kelembaban berkisar 60 – 70% selama enampuluh hari. Selanjutnta setiap tujuh hari benih dikeringanginkan selama tiga menit.
c. Setelah enampuluh hari rendam benih dalam air sampai kadar air 20 – 30% dan dikeringanginkan lagi. Masukkan biji ke dalam larutan Dithane M – 45 0,2% selama lebih kurang dua menit.
d. Selanjutnya benih disimpan diruangan dengan suhu yang sudah diatur berkisar 27ºC. Setelah sepuluh hari benih berkecambah, pada hari ke 30 tidak digunakan lagi.

III. Teknik Pembibitan Benih Berkecambah
 Secara umum terdapat dua teknik pembibitan yaitu  cara dua tahap melalui dederan (prenursery) dan  cara langsung tanpa dederan. Lahan pembibitan dibersihkan, diatur perataannya dan dilengkapi dengan instalasi penyiraman. Ada beberapa model jarak tanam biji dipembibitan yaitu 50 x 50 cm, 60 x 60 cm, 65 x 65 cm, 70 x 70 cm, 80 x 80 cm, 85 x 85 cm, 90 x 90 cm atau 100 x 100 cm dalam bentuk segitiga sama sisi. Kebutuhan bibit per hektar dapat diketahui berkisar antara 12.500 sampai 25.000 butir tergantung jarak tanam yang akan digunakan. Sebelumnya agar disiapkan dan disesuaikan segala persyaratan yang diperlukan seperti yang sudah disampaikan dalam gambaran umum persyaratan tumbuh dalam tulisan sebelumnya.

1. Cara tak langsung
a. Dederan
Kecambah dimasukkan ke dalam polybag 12 x 23 cm atau 15 x 23 cm berisi 1,5 – 2,0 kg tanah lapisan atas yang telah diayak. Kecambah di tanam dan dibenamkan sedalam dua cm. Tanah di polybag harus selalu terjaga kelembabannya. Simpan polybag dibedengan dengan diameter berkisar 120 cm. Setelah berumur 3 – 4 bulan dan berdaun emapat sampai lima helai bibit dipindahkan kemudian ditanam ke pembibitan.
 b. Pembibitan
Bibit dari dederan dipindahkan ke dalam polybag 40 x 50 cm atau 45 x 60 cm setebal 0,1 mm yang berisi 15 – 30 kg tanah lapisan atas yang diayak. Sebelum bibit ditanam, siram tanah di dalam polybag sampai lembab. Polybag disusun diatas lahan yang telah diratakan dan diatur dalam posisi segitiga sama sisi dengan jarak seperti disebutkan diatas.

2. Cara langsung
Cara ini pada prinsipnya untuk melakukan penghematan terutama dalam hal penggunaan tenaga dan biaya. Kkecambah langsung ditanam di dalam polybag ukuran besar seperti pada cara pembibitan.

IV. Pemeliharaan pembibitan/penyemaian 

1.  Tindakan pemeliharaan dilakukan pada bibit di dederan dan di pembibitan.
a.  Penyiraman dilakukan dua kali sehari kecuali jika ada hujan lebih dari 7 – 8 mm. Kebutuhan air sekitar 2 liter untuk setiap polybag.
b. Gulma yang tumbuh dicabut atau disemprot dengan herbisida setiap tiga bulan. Penyiangan dilakukan 2 – 3 kali dalam sebulan atau disesuaikan dengan pertumbuhan gulma. Pemulsaan adalah cara lain untuk mencegah gulma dengan cara menaburkan serasah di polybag sekaligus upaya mempertahankan kelembaban.
 c. Proses penyeleksian bibit yang tumbuh abnormal, berpenyakit dan mempunyai kelainan genetis harus dibuang. Proses seleksi dilakukan pada saat berumur 4 dan 9 bulan.
d.  Pemupukan dilakukan berapa kali selama masa pembibitan,  diberikan urea atau pupuk majemuk.

2.  Pemberian pupuk di pembibitan
a.  Umur bibit 4 – 5 minggu larutan urea 0,2%, 3 – 4 liter larutan/100 bibit dalam satu minggu rotasi.
b. Umur bibit 6 – 7 larutan urea 0,2%, dosis 4 – 5 liter larutan/100 bibit dalam satu minggu rotasi.
c. Umur bibit 8 – 16 minggu ; rustica 15.15.6.4 dosis 1 gram/bibit dalam 2 minggu rotasi.
d. Umur bibit 17 – 20 minggu, rustica 12.12.17.2 dosis 5 gram/bibit dalam 2 minggu rotasi.
e. Umur bibit 21 – 28 minggu, rustica 12.12.17.2 dosis 8 gram/bibit dalam 2 minggu rotasi.
 f. Umur bibit 29 – 40 minggu, rustica 12.12.17.2 dosis 15 gram/bibit dalam 2 minggu rotasi.
 g. Umur bibit 41 – 48 minggu, rustica 12.12.17.2 dosis 17 gram/bibit dalam 2 minggu rotasi.

V. Pembiakan dengan Kultur Jaringan
 Bahan pembiakan berupa sel akar biasa disebut sebagai metode Inggris dan sel daun biasa disebut sebagai metode Perancis. Metode ini mampu memperbanyak bibit tanaman dengan tingkat produksi tinggi dengan skala yang besar dan pertumbuhan tanaman seragam. 

VI. Seleksi Bibit
 Proses penyeleksian bibit dilakukan sebanyak dua kali yaitu penyeleksian di pembibitan pendahuluan/dederan dan pembibitan utama. Tanaman-tanaman yang tidak memenuhi standar kebutuhan seperti bentuknya yang abnormal dibuang, ciri-ciri :
a. Postur bibit terkulai
b. Postur bibit kerdil, tidak tumbuh sempurna
c. Postur bibit  meninggi dan kaku
d. Terkena serangan penyakit
e. Bentuk anak daun tidak tumbuh sempurna
f. Anak daun tidak membelah dengan sempurna

Demikian tulisan mengenai Petunjuk Praktis Kelapa Sawit 2 ini dapat bermanfaat bagi siapa saja, setidaknya dapat menjadi bahan pengayaan refensi yang dimiliki dalam rangka meningkatkan kemampuan potensi sumberdaya alam kelapa sawit.

perkenalkan nama saya juli, saya punya kebun sawit 2 kapling, rencananya mau membuka lahan baru lagi skitar 2 kapling lagi. Pak mau nanya, tanaman sawit umur berapa yang dapat diambil buahnya untuk digunakan sbagai bibit? kira-kira sebenarnya berapa kg produksi sawit per kapling (2 ha)?

Comment Comment

Nma saya bayu,kbtulan saya tinggal di aceh tamiang,saya mau tanya,di aceh ada gk produsen pembibitan resmi yg bersertifikat dan dimana alamat nya? 1 lagi, bila kita mau membeli bibit bersertifikat bisa gak beli per butir benih? Sekian..

Comment

Bung Byu, kalau di aceh mohon maaf saya kurang tahu persis, tapi kalau boleh saya rekomendasikan silahkan anda ke PPKS Marihat Medan, kalau tidak salah dekat dengan tempat anda. Produk dari tempat ini terbukti baik kualitasnya.

Pembelian sifatnya bukan per butir melainkan per kantong seperti yang sudh disediakan, anda tinggal memilih yang bagaimana tentunya yang sesuai dengan keperluan anda. Semoga sedikit info ini bermanfaat, terimakasih

Comment

Nama sy bayo.sya mo nanya lg ne pak? Bila kita mau mmbeli bibit yg sudah brumur 5-6 blan,bgai mana y pak cara qt melihat atw menandai bahwa bi2t tsb adalah jenis dura? 1lg. Sawit jenis apa ya pak yg bo2t pertandan a scara umum lebih berat dr yg lain?thks

Comment

Untuk mendapatkan produksi yang baik seperti diinginkan hal yg penting pertama kali adalah benih atau bibit. Para produsen rata2 sudah melakukan kombinasi yg tujuannya agar mendapatkan kualitas buah yg baik, produksi tinggi dsb. Hal tsb bisa didapatkan setelah melakukan persilangan baik antara dura tenera dsb. Sebaiknya beli bibit hasil persilangan yg sudah terjamin produksinya di tempat2 pembuatan bibit atau perbenihan, minta yg kualitas super, terimakasih

Comment

bagaimana teknik penyulaman yg baik. apakah pedoman pengelolaan sawit dari waktu ke waktu mengalami perubahan, klo ya tahapan apa yg berubah dan seperti apa. Terima kasih

Comment

Pada prinsipnya penyulaman adl penggantian tnm yg mati, pembongkaran tnm mati dan penyiapan lubang tnm secara proposional sesuai keragaan tnm yg akan disulamkan. Sebaiknya lubang yg sdh disediakan dibiarkan beberapa wkt dg harapan menghilangkan toksin dlm tnh, setelah itu diberi pupuk dasar. Penempatan tnm baru diusahakan pd saat mengupas polybag agar tdk memutus akar tnm, menjelang musim penghujan dan kondisi panas yg tdk radikal adl waktu yg baik.

Secara umum pedoman baku tetap sama, perubahan hanya bersifat partial tergantung kondisi tempat tumbuh dimana kebun tsb berada. Sisi perawatan lebih sering tersentuh utk perubahan, baik mengenai yg berkaitan dg penanganan hama penyakit dan pemberian unsur hara. Standar pemberian unsur hara perlu peninjauan ulang jk lahan telah digunakan secara berulang-ulang dg siklus produksi yg panjang, sebab kandungan hara tanah akan terjadi perubahan dlm kuantitas.

Comment

apakah ada analisa matematis bahwa pemakaian pupuk dalam jenis dan jumlah sekian akan menghasilkan produksi sekian..??

Comment

Setiap tempat tumbuh memiliki karakteristik masing2, dan analisa matematis dimiliki oleh setiap perusahaan yg mengelola secara profesional, yg diimplenetasikan dalam bentuk SOP. Jika sudah berkaitan dg hal ini berarti memasuki domain rahasia sebuah perusahaan. Jika sudah menjadi rahasia tentunya anda tahu artinya , terimakasih...

Comment


Comment