header photo

 

Meningkatkan Produktifitas Tanaman Jagung Menggunakan Mikroorganisma Tanah

April 8, 2011

Halo agan-agan semua pa kabarnya nich... masih setia dengan tulisan tentang Meningkatkan Produktifitas Tanaman Jagung Dengan Mikroorganisma Tanah khan?... Tulisan kali ini merupakan Bagian Ke III sekaligus sebagai penutup tentang topik ini. Ok gan kita langsung aja ke tkp lanjutan dari topik kita ini. Dalam tulisan terdahulu telah kita sedikit singgung dan bahas pentingnya menciptakan kondisi tanah, kemudian bagian-bagian tanaman yang penting untuk mendapatkan sentuhan pengelolaan, maka dalam tulisan ini yang sekaligus saya gunakan sebagai bagian akhir akan saya coba bahas berkaitan fisiologi…

Read more

Sekilas Tentang Bambu

January 28, 2009

 

SEKILAS TENTANG BAMBU

 

Gambaran umum sekilas tentang bambu ini menggambarkan bagaimana pentingnya peranan potensi bambu dalam menopang keberlanjutan hutan dan nilai ekonomis di masa depan. Hutan sebagai sumber utama penghasil kayu dari waktu ke waktu kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Keadaan ini disebabkan adanya tindakan eksploitasi dengan cara yang sangat tidak bijaksana, tanpa memperhatikan keberlangsungan dan kelestarian hutan itu sendiri. Pertambahan penduduk yang pesat, nilai ekonomis yang dikandung hutan merupakan beberapa hal pemicu semakin cepatnya kerusakan hutan.


Hutan sebagai paru-paru dunia keberadaannya kini sudah jauh berkurang dari 30% luas daratan. Tidak bisa dibayangkan dampak negatif akibat kerusakan hutan terhadap kehidupan di bumi ini, siklus iklim yang sudah tidak menentu, banjir, kekeringan merupakan beberapa efek langsung dari rusaknya hutan, masih banyak dampak negatif lain akibat rusaknya hutan.


Untuk menyelamatkan hutan perlu ditempuh berbagai cara, baik secara managerial, kebijakan-kebijakan, politis dan sebagainya. Satu hal yang penting dan mendesak guna mereduce kerusakan hutan adalah mencari alternatif pengganti kayu. Diketahui bahwa substitusi terdekat kayu yang cenderung mudah dalam pengusahaannya adalah bambu. Bambu keberadaannya tersebar mulai dari dataran rendah hingga ke dataran tinggi, mulai dari pedesaan sampai ke perkotaan. Untuk tumbuh, bambu tidak memerlukan habitat khusus sebagaimana layaknya rotan, oleh sebab itu bambu merupakan jawaban sebagai alternatif pengganti kayu di masa depan, dengan demikian percepatan kerusakan hutan dapat lebih dikurangi.


Bambu merupakan jenis tanaman berkayu masuk dalam kategori keluarga rumput-rumputan sehingga ada yang mengistilahkan bambu sebagai rumput raksasa. Secara prospek ekonomis di masa depan bambu diistilahkan emas yang belum tergali. Istilah ini mengandung makna yang sangat dalam betapa sangat berharganya bambu jika dikelola dan dimanfaatkan dengan baik. Dari beberapa hasil penelitian bambu memiliki manfaat mulai dari untuk pemenuhan kebutuhan sandang, pangan, papan, seni dan estetika, kesehatan, budaya, politis dan sebagainya. Potensi manfaat yang sangat besar dikandung oleh sumberdaya bambu ini.


Bambu merupakan salah satu jenis tanaman perintis sehingga untuk tumbuh tidak membutuhkan persyaratan tumbuh yang teramat rumit sebagaimana tanaman lain. Tumbuh mulai dari dataran rendah sampai dataran tinggi sesuai dengan jenis. Memiliki umur yang panjang dalam siklus hidupnya ± 30 -100 tahun bahkan lebih, tergantung dari jenisnya. Ada jenis yang setelah berbunga langsung mati, kelebihannya pengembangbiakan secara generatif untuk jenis ini relatif sulit, namun pembiakan secara vegetatif sangat mudah. Jenis lain ada yang setiap tahunnya berbunga, kelebihannya pembiakan secara generatif relatif mudah dan vegetatif relatif sulit.


Secara fisik memiliki kelebihan yaitu serat panjang dan rapat, lentur tidak mudah patah, dinding keras dan sebagainya. Kecepatan pertumbuhan bambu dalam menyelesaikan masa pertumbuhan vegetatifnya merupakan tercepat dan tidak ada tanaman lain yang sanggup menyamainya. Dari beberapa hasil penelitian, kecepatan pertumbuhan vegetatif bambu dalam 24 jam berkisar 30 cm – 120 cm per 24 jam, tergantung dari jenisnya. Sebuah keajaiban pertumbuhan yang tidak dapat ditemukan pada tanaman lain.


Nilai lebih lain dari bambu dibandingkan kayu adalah sekali tanam produksi dapat dilakukan secara berulang-ulang, berbeda dengan kayu sekali tanam kemudian produksi selanjutnya perlu penaman lagi. Sifat bambu yang demikian merupakan prospek yang sangat cerah secara ekonomis dan menguntungkan secara investasi. Walaupun demikian agar produksi bambu dapat dilakukan secara berulang-ulang dalam pengelolaannya harus memegang dan memperhatikan titik kritis dari bambu, pengelolaan dalam budidaya bambu harus mengacu pada azas kelestarian (kelestarian produksi dan kelestarian sumberdaya) dan penaganannya harus mendasarkan diri pada silvikultur bambu. 


Bambu memiliki sifat yang unik di mana batang yang satu berkaitan dengan batang yang lain dan mempengaruhi terhadap kemunculan serta kualitas anakan berikutnya. Oleh sebab itu di dalam mengelola bambu harus memperhatikan silvikultur bambu itu sendiri agar azas kelestarian dapat terpenuhi, yang pada akhirnya akan turut meningkatkan profit dari investasi bambu itu sendiri.

Secara ekonomis, produk-produk yang berasal dasar dari bambu memiliki nilai yang cukup baik. Banyak produk-produk yang dihasilkan mencakup mulai dari sandang (serat  untuk pembuatan pakaian, dll), papan (papan lembaran, lantai, meubel, dll), pangan (rebung kalengan, kripik, aneka jenis makanan olahan, dll), estetika&budaya (kertas budaya untuk sembahyang, pernik-pernik artifisial ruangan, dll), kesehatan (arang, vinegar, dll)  dan sebagainya. Dengan pengolahan bertehnologi tinggi, bambu dapat dijadikan kertas kualitas nomor satu, bahan obat-obatan kesehatan berkualitas, dsb. Masih banyak lagi potensi bambu yang terpendam dan belum tergali, tentunya dibutuhkan suatu inovasi tehnologi kedepan guna dapat mewujudkan potensi tersebut.

Mengusahakan bambu dari sisi budidaya perlu adanya sebuah persiapan matang menyangkut lahan, bibit sampai dengan pasca panen, sehingga akan menjadi satu kesatuan integral dan berkesinambungan. Gambaran sekilas tentang bambu ini semoga dapat memberikan pencerahan dan merubah paradigma bambu yang selama ini diidentikan dengan kampung. Potensi yang dikandung sumber daya bambu jauh lebih besar kemanfaatannya jika dibandingkan dengan kayu.

(Tulisan tentang bambu pada blog ini sengaja saya buat dan dedikasikan kepada pembimbing saya sekaligus sebagaimana layaknya seorang teman diskusi, sahabat, orangtua yang memiliki dedikasi dan integritas yang tidak diragukan lagi dalam upaya menyebarluaskan, mengembangkan dan menggali segala hal yang berkaitan dengan perbambuan, tulisan tentang bambu yang jauh dari sempurna ini saya persembahkan untuk pembimbing saya yang terhormat alm. Prof. DR. Ir Achmad Sulthoni, Msc)

mau tanya bagaimana memisahkan serumpun bambu kuning mini...agar menjadi bagian yg lebih kecil....

Jika rumpunan sdh besar dan banyak, dongkel dg car gali salah satu sisi, cari yg masih cukupan umurnya, kemudian potong rhizome dg tdk merusak akar batang yg akan diambil. Setelah itu digeser dari rumpunan utama agar terpisah, tutup lg dg media tanah yg digali tadi. Setelah seminggu silahkan bongkar dan ambil lalu tanam di tempat yg diinginkan.

Jika rumpunan kecil, langsung digali dan dongkel saja, pisahkan rhizome batang yg akan diambil, setelah selesai silahkan di tanam pd media yg sudah disiapkan. Jgn lupa siram dg air utk menghindari strees yg berlebihan. Semoga bermanfaat.

saya jurusan gizi ingin tau cara membuat tepung dari rebung
pless
bls

To. Sani, kayanya kl untuk yg anda maksud orang2 tehnologi pangan atau tehnologi industri pangan yg lbh memahami proses pembuatannya, sy bisa bantu jk yg bersifat budidaya skala luas berikut operasional produksinya..

hm.... menarik bgt... bambu yang banyak terdapat di kampung namun mempunyai nilai bisnis yang tinggi.. saya tertarik untuk membicarakannya lebih lanjut.. boleh mas kita ngobrol via email??

Terimakasih Mas Yoshua untuk kunjungannya, monggo dengan senang hati jk ingin berkomunikasi via email dg saya, apa yang sekiranya dapat saya bantu, terimakasih

ane2 za

Ingin konsultasi lewat email ttg cara pembibitan kemudian penanaman bambu untuk perlindungan bantaran sungai,Nuhun, dudung

Silahkan Mas Dudung...

saya punya bahan daun bambu yang banyak ada minat mau bikin arang bambu ada yang bisa bantu n atau ada yang mau beli

saya bersama-sama teman satu almamater STAIL telah merintis sekolah yang sudah jalan 8 tahun. cerita singkatnya disekolah kami itu ada satu rumpun bambu kuning diameter 6-8 cm yang rencananya kami perbanyak untuk penghijauan dan program jangka panjang life skiil. bisa bantu cara pembibitannya kah? terima kasaih

To mas Radian,
Senang sekali mendengar rencana anda tersebut, apa kira2 yg bisa saya bantu untuk membantu demi lancarnya maksud dan tujuan anda bersama teman2, terimakasih...

saya bersama teman2 hendak menulis gagasan tertulis tentang penanaman bambu untuk meminimalisasi global warming. . .
kira2 jenis bambu apa yang paling baik???
adakah saran yang bisa kami tulis???

Mas Sofyan,

Saya sangat mendukung sebuah gagasan yg briliant tersebut, sebagaimana kekonsenan sy pada masalah lingkungan hidup seperti yg diantaranya sy tampilkan dlm bentuk banner tentang penyelamatan hutan tropis, harapannya dpt sedikit menggugah siapapun yg melihat dan membacanya.

Kembali pd gagasan tersebut, untuk pemilihan jenis tergantung letak dan topografi serta peruntukannya. Setiap jenis memiliki karakteristik tersendiri dan memiliki nilainya sendiri2. Secara umum sy sarankan yg bertype sympodial (merumpun), selain tdk sangat memakan tempat namun dpt berkembang pesat popu;asinya. Pemilihan jenis disesuaikan dg letak keberadaan serta peruntukannya, shg secara tdk langsung memberi kontribusi kesinambungan keberadaan sumberdaya bambu tersebut sendiri.

Global warming mrp salah satu efek dr kegiatan ekonomi. Oleh sebab itu ada baiknya dipilih jenis yg memiliki nilai ekonomis dan mudah diusahakan bagi masyarakat sekitar, sehingga secara langsung atau tdk langsung akan turut menjaga keberlangsungan sumberdaya tersebut agar kegiatan ekonomi mereka yg berbasis bahan baku bambu dapat berlangsung secara kesinambungan, sehingga dg demikian memiliki multi dampak positif.

Demikian singkatnya sedikit pemikiran saya, semoga dpt memberikan inspirasi.

mau belajar cara membuat kayu lapis/ papan berbahan bambu.
mungkinkah dengan skala kecil yang ekonomis?

Mau nanya pak, kami dari kelompok tani satria rimba sudah lebih setahun menanam bambu di daerah aliran sungai secara sukarela, hanya saja persentase bambu yg tumbuh cuma 60%. Kira2 apa penyebabnya pak? Bagaimana cara memilih bibit yg bagus? Bagaimana cara menanam yg baik? Terima kasih

Data tentang kecepatan pertumbuhan bambu berasal dari sumber mana ? Mohon bantuannya

Pak Prayascito,
Untuk tujuan yg bapak maksud setahu saya smp saat ini investasinya cukup lumayan besar, berkaitan dg tehnologi permesinannya yg notabene bernilai cukup tinggi, sementara rangkaian permesinan yg dibutuhkan cukup banyak, mulai dari pemotong sd penyinaran ultraviolet,saya blm menemukan yg investasinya kecil dg permesinan yg lengkap meski skala mini sekalipun. Mohon maaf blm dapat memberikan info seperti harapan bapak.Terimakasih utk kunjungannya pak.

Bp. Irwandi,
Info bapak yg minim agak menyulitkan utk mengidentifikasi masalahnya pak, tetapi secara umum saya mencoba sedikit memberikan gambaran.
1. Bagaimana pemilihan jenis bambunya, apakah jenis yg sesuai utk tipe DAS.
2. Bagaimana dg bibitnya, apakah bibit berasal dari vegetatif (stek batang) atau bonggol (bersama rimpang)
3. Bagaimana kondisi lapangan dan persyaratan tumbuh yg dibutuhkan, apakah sdh terpenuhi atau belum.
4. Bagaimana sistem penanaman yg bapak lakukan, apakah membuat lubang tanam sesuai standar lubang tanam yg baik atau tidak.
5. Kondisi lapangan utk penanaman apakah terendam air secara terus menerus atau cuma partial (berhubungan dg jenis yg tepat)
6. Bibit yg bapak maksud apakah yg berasal dari stek batang atau bonggol rhizome atau dari biji (generatif), masing@ memiliki karakter kelebihan dan kekurangannya pak.
Sementara itu sekelumit sebagai gambaran umum masalah yg bapak hadapi,mohon maaf jk jawaban saya dipandang kurang memuaskan. Terimakasih utk kunjungannya...

Bp.Syavin,
Dari hasil perisetan dan pengamatan simultan di kebun koleksi kami pak.Terimakasih utk kunjungannya

mas, saya pengen tw cara menanam yang sejelas2x..n cara memilih bibit jg..blh ke email saya..King_tobi04@yahoo.co.id....klo bisa saya mhon secepatnya y mas

Hasil penelitian, bila diproses dengan benar, bambu lebih kuat dibanding kayu, dan yang lebih penting, terlihat indah & eksotis. Bambu merupakan 'green product', sehingga Anda melakukan apa yang benar bagi lingkungan. Sesuai untuk bahan arsitektur hijau dan bangunan tahan gempa.
http://tinyurl.com/BambuAwi

Benar seperti yang disampaikan oleh komunitas bambu, bambu memiliki banyak kelebihan dibandingkan kayu, sisi kemanfaatannya produk bambu mampu memiliki nilai yg tinggi spt serat bambu utk pakaian high class, papan lembaran utk meubel, lantai/parquet, kertas, destilasinya utk bahan berbagai macam obat2an dsb, nilai yg sangat penting lainnya dari bambu adalah terkenal sebagai anti bakteria, shg sering digunakan utk keperluan tempat2 yg membutuhkan tingkat steril yg tinggi, dan masih banyak lainnya termasuk kemanfaatannya dlm penangkap polutan serta pelestarian alam yg lain, dan masih banyak lagi nilai kemanfaatan bambu dan tanaman bambu ini, oleh sebab itu bambu dikenal dg istilah "EMAS YANG BELUM TERGALI"...
Jika anda merasa memiliki info ttg bambu dan dipandang perlu dishare atau dipromosikan, silahkan dilakukan disini, saya beri ruang yg seluas-luasnya demi semakin maju dan berkembangnya perbambuan di indonesia khususnya dan dunia umumnya...

Mas Arif,
Silahkan email ke andreys2911mt@gmail.com

salam..
mas andrey..
kami perusahaan furniture, interior dan kontruksi dari pekanbaru sedang memulai unit usaha baru dengan nama "istana bambu". kami akan mengembangkan bambu sebagai bahan utama untuk furniture dan bahan kontruksi modern, sumberdaya bambu disini sangat memadai, bahkan belum dihargai. sebatang bambu paring dengan diameter 8-10 cm hanya dihargai 5 ribu rupiah. dan bambu betung diameter 12-15 dihargai 20 ribu. melihat potensi inilah kami mengembangkan unit usaha baru ini. insyaallah kami targetkan untuk eksport. progres saat ini baru sampai penyediaan lahan pengolahan 2,5 hektar dijalan utama pekanbaru, dalam waktu dekat kami akan membuat kolam pengawetan dan perendaman bambu. mohon di berikan masukan dan pencerahan terhadap rencana bisnis kami ini.. dan juga kalau ada kawan kawan yang berminat sharing ide atau bahkan joint bisnis pun kami sangat terbuka.. thanks untuk masukan pak andrey..

sungguh mnarik skaali

saya ingin memulai membudidayakan bambu,,bagaimana cara memulainya..

Bang Andrey, kalau tanahnya pasir padas apa cocok buat tanam bambu? Dan andai bisa apa yg harus saya perhatikan mohon masukannya???



Comment